News


Festival Mata Air Digelar di Ungaran UNGARAN, KOMPAS.com--Festival Mata Air (FMA) yang digelar di Kampung Seni Lerep, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada 1-3 Oktober 2010 dibuka dengan diskusi di ruang terbuka tentang lingkungan. Festival tahunan yang diselenggarakan Komunitas Tanam untuk Kehidupan (TUK) Salatiga itu dibuka dengan diskusi yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia, kata Ketua Komunitas TUK, Titi Permata, Jumat.

Festival Mata Air di Kampung Seni Lerep 28 Seniman Mengikuti Pameran Seni Lingkungan Ungaran, CyberNews. Sedikitnya 28 orang seniman mengikuti pameran seni bertemakan lingkungan hidup dengan ikut memajang hasil karya kreativitasnya di Festival Mata Air (FMA) Empat Setengah Tahun Gathering 2010 di Kampung Seni Lerep, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (4/10). Hasil karya seni dari seniman yang berasal dari Demak dan Salatiga itu di pajang dan ditaruh di Ruang Galeri yang tak jauh dari Rumah Joglo Indrakila di Kampung Seni Lerep tersebut. Puluhan hasil karya itu, selain dari seniman juga dibuat oleh aktivis lingkungan itu seperti patung kayu, lukisan dan robot serta jenis seni lainnya. Adapun benda-benda yang dipamerkan, diantaranya seperti patung kayu jati yang diberi nama "Penyucian Diri" dengan pembuat patung, Tres dan patung dari perak berbentuk tangan manusia dengan judul "Polluters Pay Is Enough" karya Sentot serta lukisan Ballpoint and Acylicon Paper YANG dibuat Imam Bucah.

Festival Mata Air di Kampung Seni Lerep Bawa Pesan Peduli Lingkungan Melalui Seni dan Budaya DEWASA ini, kerusakan alam kian parah. Hal itulah yang menyebabkan penurunan kualitas air, polusi udara, hingga membuat lingkungan menjadi tercemar yang mengancam kehidupan makhluk hidup lainnya, seperti hewan dan tumbuhan. Kondisi bumi ini pun akan berpengaruh pada penghuninya, seperti halnya manusia, yang menjadi terancam wabah berbagai berbagai penyakit. Diantaranya, akibat sinar matahari yang menuju ke bumi karena lapisan ozon yang mulai berlubang akan menyebabkan penyakit kangker jika terkena pada kulit manusia.

Festival Mata Air Diikuti 250 Aktivis Lingkungan Semarang, CyberNews. Sekitar 250 orang aktivis lingkungan mengikuti Festival Mata Air (FMA) Empat Setengah Tahun Gathering 2010 yang diadakan di Kampung Seni Lerep, Ungaran, Semarang, Sabtu (2/10). Ratusan orang itu berasal dari perwakilan berbagai daerah, bahkan ada dari negara lain yang tergabung baik dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Individual maupun masyarakat umum.

Tentang Kami

Lerep adalah nama sebuah desa berhawa sejuk di lereng Gunung Ungaran dengan ketinggian sekitar 400 meter di atas permukaan laut (dpl). Lerep bagian dari Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang; kira-kira 20 kilometer sebelah selatan kota Semarang, ibu kota Provinsi Jawa Tengah

Nama desa ini kemudian diadaptasi sebagai identitas sebuah komunitas budaya dengan nama ‘Kampung Seni Lerep’. Sebuah kampung seni (art village) seluas 10.000 m2 yang pertama kali digagas dan lantas direalisasikan oleh Handoko mulai tahun 2006. <lebih lanjut >

Bangunan digunakan untuk ruang diskusi

i

Bangunan limasan berfungsi sebagai bangunan utama. Bangunan dua lantai ini dapat difungsikan sebagai ruang pamer utama. Selain itu, di masa mendatang bangunan ini juga diproyeksikan sebagai museum orang biasa yang mengoleksi barang-barang keseharian 

Bangunan berarsitektur joglo seluas 90 m2 ini diniatkan sebagai ruang makan bagi tetamu. Di luar itu bisa difungsikan sebagai tempat diskusi, serta ruang berlatih gamelan. 


website counter